BERITA SIGI

Dinkes Sigi Gelar Deklarasi (SBS) Dan STBM Tahun 2019

SIGI, Sigipos.com,- Dinas Kesehatan Kab.Sigi menggelar Deklarasi Stop buang air besar pada sembarangan tempat (SBS) dan penggalangan komitmen percepatan desa STBM Tahun 2019.

Kegiatan yang di buka langsung oleh asisten III Andi Aco Pettalolo, serta dihadiri oleh Perwakilan Kadis Kesehatan Provinsi, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi Roland Franklin,S.STP.,M.Si, TASTBM provinsi Sulteng Hamiludin, para seksi-seksi diantaranya Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Kesehatan Olahraga pada Bidang Upaya Kesehatan Masyarakat Lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Sigi, Camat Se-Kabupaten Sigi, para kepala desa se kabupaten Sigi, para Kapus Lingkup Dinkes Sigi, Tim Pokja AMPL Kab.Sigi, koordinator Pamsimas kabupaten, koordinator room 6 kab.sigi hingga lembaga mitra terkait.

Bupati Sigi dalam sambutannya yang disampaikan oleh Andi Aco Pettalolo, mengatakan Dalam penyelenggaraan pembangunan desa, diharapkan mewujudkan pembangunan berwawasan kesehatan, yang dimana salah satu wujud nyatanya berupa penyiapan desa stop BABS (Buang Air Besar Sembarang).

” perilaku buang air besar sembarangan (BABS) dan tidak cuci tangan pakai sabun dapat mempengaruhi kejadian penyakit yang akan menular seperti penyakit diare, thypoid dan lainnya. Dengan stop BABS Dan kebiasaan cuci tangan pakai sabun dapat memutuskan rantai penularan penyakit,”ungkapnya.

menurutnya dengan menerapkan pilar sanitasi total berbasis masyarakat kedepannya dapat mewujudkan kabupaten sigi menjadi kabupaten yang sehat dikalangan masyarakat.

” saya berharap, kegiatan ini nantinya dapat mengumumkan kepada masyarakat luas bahwa desanya sudah menerapkan stop buang air besar sembarangan dan mari kita biasakan melakukan cuci tangan pakai sabun disaat setelah dari jamban, setelah membersihkan anak dari Buang Air Besar (BAB), sebelum menghidangkan makanan, sebelum makan dan setelah memegang hewan atau benda kotor sehingga diharapkan bisa mendorong atau atau memicu masyarakat desa-desa lainnya agar bisa memotivasi untuk melakukan perubahan perilaku sehat yaitu salah satunya perilaku tidak buang air besar pada sembarang tempat,”pintanya.

Lebih lanjut dikatakanya, Saat ini Pemkab Sigi terus mendorong melakukan berbagai upaya agar mampu menjawab berbagai tantangan persoalan terutama untuk bidang kesehatan.

” Perbaikan sistem pelayanan kesehatan, peningkatan kualitas dan mutu pelayanan, merupakan penguatan sistem rujukan hingga kemudahan akses kepada masyarakat agar dapat memperoleh pelayanan terhadap kesehatan terus dilakukan dengan melalui penguatan pelaksanaan program-program dilapangan, peningkatan kapasitas, hingga pemenuhan sarana dan prasarana kesehatan, dan pengembangan inovasi di bidang kesehatan, yang diharapkan untuk memberikan dampak besar terhadap peningkatan derajat kesehatan serta pencapaian target program bidang kesehatan,”jelaanya

Sentara itu Plt Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sigi menambahkan, bahwa untuk kabupaten Sigi Tahun 2019 Per Nopember Desa SBS yang aksesnya sudah mencapai 100 persen berjumlah 36 Desa, Desa yang Aksesnya antara 75 hingga 99 persen, berjumlah 31 Desa, Desa yang aksesnya antara 50 hingga 74 persen berjumlah 44, dan desa yang aksesnya 50 persen berjumlah 59 Desa, Sumber data Website STBM ).

Deklarasi SBS Tahun ini berjumlah 23 Desa dan 1 dusun, sehingga capaian akses jamban di Kabupaten Sigi mencapai sebesar 63,38 persen di periode Nopember 2019 dengan target akses sanitasi yang harus dicapai adalah 100 persen.

” Tujuan di selengarakanya Deklarasi Desa Stop Buang air besar Sembarang tempat (SBS) adalah untuk memberikan Apresiasi dan Pengakuan atas usaha masyarakat agar terus menjaga desanya tetap SBS dan mengajak masyarakat untuk melanjutkan melakukan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat melalui 5 Pilar STBM serta memotivasi desa yang lain,”tutupnya. (Kardy)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close