SULAWESI BARAT

PN Pasangkayu Belum Putuskan Hak Pemilik, Pendampin Hukum Akan Tempuh Jalur Kejati

PASANGKAYU, Sigipos.com,- Pemilik lahan Zainal warga dusun Putih Mata desa Martajaya kecamatan Pasangkayu kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat mengugkapkan bahwa selama ini lahannya telah ditempati orang yang tidak bertanggung jawab.

Sehingga untuk memiliki lahan pihaknya kembali berunjuk proses hukum. Dengan proses hukum sudah sampai di Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Pasangkayu. ” sehingga kami selaku pengugat hari ini datang untuk mendengar apa hasil keputusannya. Selaku Penggugat kami memiliki surat kepemilikan berupa surat pernyataan peralihan HAK dan kwitansi pembelian tanggal 27 April 2002,” kata Zainal Selasa (26/2/2020) usai mengikuti proses persidangan.

Maka dengan bukti hak kepemilikan tersebut lanjut Zainal menjelaskan, pihaknya bertahan untuk mengambil hak miliknya meski sampai berurusan di pengadilan negeri. ” kami ini sebenarnya mau diatur damai, tapi tergugat tidak mau, sehingga menjadi proses pengadilan negeri. Yang jelasnya permitaan kerugian material kami selama 10 tahun tergugat menempati lahan kami,”ungkapnya.

” Untuk perhitunkan kerugian kami selama 10 tahun tentu ada, dengan biaya Rp10 juta pertahunnya, selanjutnya kami minta dikasih keluar mereka yang menempati lahan kami,”tegasnya.

Maka mendengar hal tersebut saat ditemui Asdar SH kuasa hukum tergugat katakan bahwa eksepsinya ditolak singkat Asdar.

Setelah itu, ditempat terpisah Rian Agung Purnama selaku kuasa hukum penggugat sampaikan bahwa agenda pembacaan putusan telah terlaksana. Tadi ini sidang berakhir pengugak tidak dapat diterima batas-batas lahannya, dan tergugat eksepsinya ditolak.

” Menurut saya kalau masalah batas-batas itu dasar hukum penggugat Sudah sangat benar.Tapi mungkin pertimbangan Hakim itu kuran mendalami hasil pemeriksaan setempat (PS), sehingga belum ada putusan hak terhadap penggugat,”jelas Rian.

Lanjut Rian, sebagai pendampin hukum akan melakukan banding di pengadilan tinggi yang rencanakan dua atau tiga hari setelah hari ini akan mengajukan berkasnya.

Dalam proses sidang tersebut ditemui hakim 1 anggota M Ali Akbar SH sekaligus humas PN Pasangkayu katakan tuntutan putusan tadikan baru formalitas gugatan dia belum
memeriksa pokok perkara.

” formalita gugatan itu untuk perkara tadi batas-batas yang tidak sesuai antara apa yang didalilkan dalam surat gugatan.Jadi ada perbedaan antara batas-batas sengketa yang didalikan dalam surat gugatan dengan hakim pemeriksa setempat,”sambungnya.

Dalam putusan tersebut dianggap bahwa gugatan itu kabut, karena ada perbedaan perbedaan batas. Selanjutnya keterangan pihak, karena dalam surat gugatan pihak-pihak yang tertera tidak sama dengan pihak yang menguasai sebagai sengketa dilapangan.

” Jadi putusan tadi pokus disitu saja formolita gugatan saja, Pemeriksaan pokok perkara belum.Jadi tidak menutup kemunkinan gugatan ini bisa diajukan kembali,”tuturnya. (MS)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close