Rabu , 28 Juli 2021

Proyek Bangunan Sekolah Miliaran di Desa Bangga Dipertanyaan Tak Kunjung Rampung

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

SIGI, Sigipos.com, – Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Fasilitas Pendidikan Dasar FASE 18B MIS Alkhairaat Di Desa Bangga Kecamatan Dolo Selatan Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang bersumber dari dana Bank Dunia sebesar Rp 37.413.102.000.00, (tiga puluh tujuh miliar empat ratus tiga belas juta seratus dua ribu rupiah) hingga saat ini tak kunjung rampung dan menjadi sorotan publik.

Mega Proyek yang dilaksanakan oleh PT Sentra Multikarya Infrastruktur tersebut tertera dengan Nomor kontrak HK.02.01/KONT/SPPP.ST/PSPPOPI/02/2020. Tanggal kontrak mulai 5 Juni 2020, dengan waktu pelaksanaan 210 Hari Kalender, melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah. Satker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Sulawesi Tengah.

Informasi yang dihimpun media ini dilapangan, kegiatan ini dipertanyakan warga setempat karena tidak berjalan alias mangkrak padahal berdasarkan tanggal kontrak telah dimulai pada tanggal 5 bulan Juni 2020, namun hingga kini proyek tersebut terlihat masih berserakan dan tidak ada aktivitas.

Kepala kantor Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BP2W) Sulteng Ferdinand Kana’lo yang dikonfirmasi media ini (4/1) membenarkan jika proyek tersebut dibawah taktis BP2W Sulteng.

Tampak bangunan sekolah di Desa Bangga yang belum rampung, dan bahan bangunan masih berserakahan belum ada aktifitas kelanjutan pekerjaan (Dok: Sigipos.com)

Ia menyebutkan pekerjaan ini masih berjalan sesuai kontrak dan telah dilakukan perpanjangan waktu. Ia juga enggan meyebutkan limit waktu perpanjangan pekerjaan tersebut.

“Sekarang masih dalam masa pelaksanaan kontrak, Itu papan proyeknya belum diganti tu…karena ada perpanjangan. Detailnya bisa konfirmasi ke Pak Fikar, ” Jawab Ferdinan sebagai pimpinan BP2W Sulteng ini dalam chat Whatsapnya

Ia juga menegaskan jika kontrak telah usai, maka akan memberi sangsi denda dan akan memutus kontrak dan blaclist.

“Kalau waktu kontrak sudah habis, kita sangsi denda dan terkahir akan putus kontrak dan kontraktornya diblacklish,” Tegas Kepala BP2W Sulteng ini dalam chat Whatsapnya.

Ferdinan menambahkan kedepan pihaknya akan mendorong sejumlah kontraktor untuk lebih profesional dalam melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak yang ditetapkan.

Ia juga menegaskan akan menerapkan aturan main kontrak. Dan berjanji akan melakukan perbaikan pengadaan penyedia jasa kontruksi agar lebih efektif dan profesional dalam memilih kontraktor yang mempunyai kualifikasi dalam pelaksanaan dalam lapangan.

“Mungkin kedepan diharapkan balai pengadaan penyedia jasa kontruksi bisa lebih lektif dan profisional dalam memilih kontraktraktor yang profesional, dan mempunyai kualifikasi bukan secara admin dalam lelang tapi dalam pelaksanaan dilapangan, “Tandasnya.

About REDAKSI

Check Also

Fraksi Partai Demokrat Tolak Keras Dua Ranperda Pemda Morowali

SHARE :    MOROWALI, Sigipos.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali, melaksanakan rapat dengan agenda mendengar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *