Senin , 20 September 2021

Kerjakan Mega Proyek Sekolah di Sulteng, Ternyata Begini Kendala PT SMI di Lapangan

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

PALU, Sigipos.com – Pelaksana kegiatan (Kontraktor) mega proyek pembangunan 19 (sembilan belas) unit Sekolah baru diwilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, PT Sentra Multikarya Infrastruktur (SMI) mengaku akan menyelesaikan pekerjaan tersebut sesuai kontrak yang telah ditentukan.

Meskipun akan diberlakukan denda nantinya jika terkendala, namun pihaknya sangat optimis bakal menyelesaikan pembangunan 19 proyek Sekolah itu hingga berakhirnya kontrak pada April mendatang. Hal ini disampaikan Philip sebagai Direktur utama PT SMI, saat ditemui dikantor kontrakannya di Palu pada Senin (8/2/2021).

“Sebagai bentuk komiten kami, kemarin kami sudah buatkan kesepakatan dan pernyataan pak dengan sejumlah mandor lokal yang mengerjakan kegiatan. Jika tidak tercapai sesuai scedul yang kita sesuaikan mereka akan kita denda.

“Saat ini kami juga telah melibatkan 100 tenaga kerja dari Jawa untuk menyelesaikan beberapa kegiatan yang terlambat,” ujar Philip yang didampingi sejumlah stafnya.

Philip juga menyampaikan sejak melakukan kegiatan dilokasi proyek pihaknya mengalami beberapa kendala diantaranya, kehilangan sejumlah material bangunan, dan bahkan ada bangunan risain yang sementara dibangun dibongkar dan besinya dicuri oleh pihak – pihak yang tidak diketahuinya.

“Kami juga sudah laporkan kepada pihak kepolisian sektor Palu selatan pada 28 Januari 2021, karena paling banyak hilang pak di lokasi Petobo, terus di bobo juga moleng hilang, di walisongo besi pak sampai dibongkar bangunan resain. Hal ini terjadi sejak 2020 lalu – hingga Januari 2021 kendala ini kami alami,” keluh Philip dan stafnya.

Ditanya soal adanya tawaran upah yang rendah kepada pekerja lokal, Philip menyatakan jika harga yang diberikan sudah sesuai karena harga borongan.

“Kalau masalah kesepakatan upah kami sudah rembukan minggu lalu untuk perubahan harga baru, harga itu sangat cantik namun belum ditandatangani oleh beberapa mandor,” ucapnya.

“Sehingga untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang masih lambat, kami sudah siapkan tenaga kerja dari jawa sekitar 100 orang dan saat ini sudah ada di lokasi 2 tim sekarang,” jelasnya.

Philip menjelsakan dari 19 kegiatan, masih ada satu lokasi yang masih menunggu karena masuk dalam zona merah, sehingga fokusnya 18 unit. Selain itu ada juga lahannya baru serah terima bulan Desember 2020, katanya.

Ditanya soal lokasi MIS Alkhairaat Desa Bangga yang terbengkalai, ia mengaku baru mengetahui karena dirinya baru tiba di Palu baru 2 minggu yang lalu.

“Kalau di Desa Bangga kendalanya sehingga terlambat, karena sosial masyarakatnya pak, memang agak ribet. Karena sebagian bahan material yang kami masukan ditahan, jadi material yang masuk harus dari Fendor lokal. Pokoknya kita tidak boleh masukan material dari luar padahal harganya tidak masuk dengan harga kita.

Pekerjanya pun padahal sudah orang lokal tapi kendalanya lagi, sekecil apapun acara didesa itu seperti acara akikah pasti bakalan tidak ada yang kerja sampai 1 minggu, sehingga pembangunan MIS Alkhairat di Bangga terkendala,” jelas staf perempuan yang mendampingi Philip.

Namun selaku penanggungjawab Philip berjanji akan berusaha mencari solusi agar pelaksanaan pembangunan sekolah tersebut nantinya dapat terlaksana dan selesai sesuai perpanjangan waktu yang ada.

Diberitakan sebelumnya, dari 19 unit sekolah, ada 7 unit sekolah yang dikerjakan PT SMI yang mengalami keterlambatan sehingga berujung perpanjangan kontrak hingga April 2021. Salah satunya adalah pembangunan MIS Alkhairat Desa Bangga Kabupaten Sigi, yang dibiarkan terbengkalai sejak 2020 lalu – Februari 2021.

Diketahui pekerjaan Mega Proyek ini mencakup 19 (sembilan belas) unit Sekolah yang tersebar diwilayah Kabupaten Sigi dan Kota Palu.

Proyek ini bersumber dari dana bantuan Bank Dunia dengan anggaran sebesar Rp 37.413.102.000.00, (tiga puluh tujuh miliar empat ratus tiga belas juta seratus dua ribu rupiah). Tertera dengan Nomor kontrak ; HK.02.01/KONT/SPPP.ST/PSPPOPI/02/2020.

Tanggal kontrak mulai 5 Juni 2020, dengan waktu pelaksanaan 210 hari kalender. Melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Sulawesi Tengah.

About REDAKSI

Check Also

Danrem Himbau Warga Poso Hentikan “Pabrik” Teroris

SHARE :    POSO, Sigipos.com- Komandan Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako, Brigjen TNI, Farid Makruf mengatakan, salah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *