Senin , 26 Juli 2021

Ini Harapan Mantan Napi ter setelah bebas dari Lapas Pasir Putih Nusa Kambangan

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

SULTENG,- Nasi sudah menjadi bubur, penyesalan datangnya selalu di belakang, itulah potongan kata bijak untuk mengingatkan kita agar dalam bertindak harus diperhitungkan sebelumnya.

Seperti yang dialami AJ, karena terpengaruh dengan propaganda di dunia Maya maka dirinya terjerumus dalam kelompok radikal. Apalagi pengetahuan agamanya masih relatif dangkal sehingga tanpa pikir panjang langsung tertarik dengan narasi yang sebenarnya jauh dari ajaran agama. Akhirnya bukan kebahagiaan yang di dapat, namun jeruji penjara Nusakambanganlah yang di rasakan.

Mantan anggota teroris Poso, inisial AJ mengaku saat ini dirinya telah insyaf dan menyadari akan segala perbuatannya. Baginya rencana aksi teroris yang pernah ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar dalam memahami arti jihad yang sesungguhnya.

Saat ini AJ belum mendapat pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ybs berharap agar seluruh masy bisa menerimanya kembali untuk bersosialisasi di masy seperti sediakala.

Bahwa Eks Napiter inisiyal AJ, sebelumnya ditangkap pada tanggal 09 Maret 2017 di wilayah Kab. Parigi Moutong Prov. Sulteng dikarenakan keterlibatannya sebagai kurir logistik serta rencana akan bergabung denga Pok Teroris MIT Poso.

Kemudian Pada tanggal 09/03/2021 AJ dibebaskan karena telah selesai menjalani masa pidananya dari Lapas Kelas II A Pasir Putih Nusakambangan.

Harapan AJ setelah bebas, bisa kembali kemasyarakat memulai kehidupan normal serta bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga

Menurut AJ, salah satu upaya mengatasi pemahaman radikalisme di Kabuparen Sigi dan Kota Palu khususnya kepada kelompok eks Napi kasus terorisme, perlu kiranya pemerintah melakukan pengawasan dan koordinasi serta terus membangun silahturahmi antara kelompok eks napi teroris dengan aparat kepolisian dan Pemerintah setempat.

AJ juga menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda di Kabupaten Sigi dan Kota Palu, untuk tidak mudah terpengaruh dan terhasut, baik melalui kajian-kajian keagamaan serta melalui pemberitaan di sosial media (Sosmed) terkait penyebaran paham radikalisme.

“Untuk menangkal isyu serta berita-berita hoax, sangat di perlukan pula peran serta pengawasan dari orang tua, khususnya penggunaan Sosmed yang saat ini cenderung memberikan informasi bohong dan sesat,” cetusnya.

Kepada Pemerintah Daerah dan Aparat Keamanan di Sulteng, AJ berharap tetap komit dan konsiten utamanya dalam memberikan perhatian kepada mantan Napiter dan keluarganya, agar mereka tidak kembali dan bergabung dengan kelompok-kelompok radikal.

“Saya sangat berterima kasih kepada aparat keamanan dan Pemda, yang selama ini telah membantu dan memberikan bimbingan, sehingga pemikiran tentang radikalisme sedikit demi sedikit bisa hilang,”pungkasnya.

About REDAKSI

Check Also

Pengejaran Sisa Kelompok MIT Poso Terus Berlanjut, Kapolda Sulteng Sisir Wilayah Lembantongoa

SHARE :    SIGI, Sigipos.com- Guna mempersempit pergerakan kelompok MIT Poso yang berhasil melarikan diri saat penggerebekan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *