Sabtu , 25 September 2021

Ini Harapan Mantan Napiter Setelah Bebas Dan Insyaf

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

Sulteng – Nasi sudah menjadi bubur, penyesalan datangnya selalu di belakang, itulah potongan kata bijak untuk mengingatkan kita agar dalam bertindak harus diperhitungkan sebelumnya.

Seperti yang dialami MS, karena terpengaruh dengan propaganda di dunia Maya maka dirinya terjerumus dalam kelompok radikal. Apalagi pengetahuan agamanya masih relatif dangkal sehingga tanpa pikir panjang langsung tertarik dengan narasi yang sebenarnya jauh dari ajaran agama. Akhirnya bukan kebahagiaan yang di dapat, namun jeruji penjara Nusakambanganlah yang di rasakan.

Mantan anggota teroris Poso, inisial MS mengaku saat ini dirinya telah insyaf dan menyadari akan segala perbuatannya. Baginya rencana aksi teroris yang pernah ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar dalam memahami arti jihad yang sesungguhnya.

Saat ini MS belum mendapat pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, berharap agar seluruh masy bisa menerimanya kembali untuk bersosialisasi di masyarakat seperti sediakala.

Bahwa Eks Napiter inisiyal MS, sebelumnya ditangkap Pada tahun 2014 di wilayah Kabupaten Poso Provinsi Sulawesi Tengah dikarenakan beberapa kasus terlibat dalam teroeisme.

Kemudian Pada tahun 2018 telah selesai menjalani masa pidananya.
Harapan MS setelah bebas, bisa kembali kemasyarakat memulai kehidupan normal serta bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Menurut MS, salah satu upaya mengatasi pemahaman radikalisme di Kabupaten Poso dan Kota Palu khususnya kepada kelompok eks Napi kasus terorisme, perlu kiranya pemerintah melakukan pengawasan dan koordinasi serta terus membangun silahturahmi antara kelompok eks napi teroris dengan aparat kepolisian dan Pemerintah setempat.

MS juga menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda di Kabupaten Poso dan Kota Palu, untuk tidak mudah terpengaruh dan terhasut, baik melalui kajian-kajian keagamaan serta melalui pemberitaan di sosial media (Sosmed) terkait penyebaran paham radikalisme.

“Untuk menangkal isyu serta berita-berita hoax, sangat di perlukan pula peran serta pengawasan dari orang tua, khususnya penggunaan Sosmed yang saat ini cenderung memberikan informasi bohong dan sesat,” cetusnya.

Kepada Pemerintah Daerah dan Aparat Keamanan di Sulteng, MS berharap tetap komit dan konsiten utamanya dalam memberikan perhatian kepada mantan Napiter dan keluarganya, agar mereka tidak kembali dan bergabung dengan kelompok-kelompok radikal.

“Saya sangat berterima kasih kepada aparat keamanan dan Pemda, yang selama ini telah membantu dan memberikan bimbingan, sehingga pemikiran tentang radikalisme sedikit demi sedikit bisa hilang,”pungkasnya.

About REDAKSI

Check Also

Pemuda Asal Bangkep Hilang Terseret Arus Sungai

SHARE :    BANGGAI, Sigipos.com- Kapolsek Batui, Iptu I Kadek Yoga Widata, SH bersama anggotanya dan warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *