Senin , 20 September 2021

Pendeta Rinaldy Damanik: Dukung Upaya TNI – POLRI Melaksanakan Operasi Madago Raya 2021

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

Sulteng,- Pendeta Rinaldy Damanik mendukung Polri untuk terus mengungkap jaringan teroris. Menurutnya, tindakan teroris sangat melukai rasa kemanusiaan dan tidak dibenarkan oleh seluruh umat beragama.

“Saya mengecam dan mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Tanah Air, termasuk di Kabupaten Poso,” kata Pendeta Rinaldy Damanik dalam keterangannya, Senin 31 Mei 2021.

Pendeta Damanik juga mendukung upaya TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Madago Raya 2021, untuk terus melakukan penegakkan hukum secara tegas dan terukur terhadap kelompok DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

“Kami mendukung upaya aparat Polri dan TNI melaksanakan Operasi Madago Raya 2021 untuk melakukan penegakkan hukum secara tegas dan terukur terhadap kelompok DPO MIT pimpinan Ali Kalora,” ujarnya.

“Karena pelaku sudah berulang kali melakukan pembunuhan dan teror yang meresahkan warga Poso. Masyarakat sangat membutuhkan rasa aman,” sambungnya.

Kepada seluruh warga, Pendeta Damanik meminta masyarakat dan umat untuk tetap percaya kepada pemerintah bersama aparat Polri dan TNI dalam mengejar para pelaku teror itu.

“Masyarakat Poso jangan terpancing dengan berita-berita hoax maupun provokatif yang dapat menimbulkan gangguan Kamtibmas serta memecah belah umat beragama khusunya di Kabupaten Poso,” imbaunya.

Selain itu, Pendeta Damanik juga mengimbau agar warganet senantiasa waspada terhadap konten radikalisme dan provokatif di media sosial. Damanik mengajak warganet melaporkan konten radikalisme kepada platform media sosial tersebut.

Karena konten-konten seperti itu dapat memecah-belah masyarakat dalam menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

“Jangan mudah terprovokasi. Jika ada konten yang tak layak, mari melakukan report ke penyedia platform agar Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan sebagainya agar segera menurunkan konten tak layak tersebut,” ungkapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengajak seluruh elemen warganet terlebih generasi nilenial agar senantiasa konsisten menyebarkan konten positif seputar persatuan dan perdamaian di media sosial, serta tidak menyebarkan konten aksi terorisme seperti foto maupun video.

“Masyarakat jangan ikut-ikutan memposting atau menyebarluaskan konten foto, gambar, atau video korban aksi terorisme di media sosial. Karena memberikan peluang bagi pelaku teror untuk mencapai tujuannya yakni menyebarkan ketakutan di kalangan masyarakat,” demikian Pendeta Damanik.***

About REDAKSI

Check Also

Tujuh Fraksi DPRD Sigi Setujui Ranperda APBD Perubahan 2021

SHARE :    SIGI,Sigipos.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sigi gelar rapat paripurna ke-tiga masa persidangan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *