Jumat , 22 Oktober 2021

Harapan Dari Napiter Insyaf Untuk Masyarakat

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

Senin,28 Juni 2021

Sulteng – Harapan Mantan Napiter Setelah Bebas yakni :
Nasi sudah menjadi bubur, penyesalan datangnya selalu di belakang, itulah potongan kata bijak untuk mengingatkan kita agar dalam bertindak harus diperhitungkan sebelumnya.

Seperti yang dialami AD, karena terpengaruh dengan propaganda di dunia Maya dan keinginan berjihad maka dirinya terjerumus dalam kelompok radikal. Apalagi pengetahuan agamanya masih relatif dangkal sehingga tanpa pikir panjang langsung tertarik dengan narasi yang sebenarnya jauh dari ajaran agama. Akhirnya bukan kebahagiaan yang di dapat, namun jeruji penjara yang di rasakan.

Mantan anggota teroris Poso, inisial AD mengaku saat ini dirinya telah insyaf dan menyadari akan segala perbuatannya. Baginya rencana aksi teroris yang pernah ia lakukan adalah sebuah kesalahan besar dalam memahami arti jihad yang sesungguhnya.

Saat ini AD belum mendapat pekerjaan tetap untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, ybs berharap agar seluruh masy bisa menerimanya kembali untuk bersosialisasi di masy seperti sediakala.
Bahwa Eks Napiter inisial AD, sebelumnya ditangkap Pada tahun 2015 di wilayah Kab. Poso Prov. Sulteng dikarenakan beberapa kasus terlibat dalam teroeisme.

Kemudian Pada tahun 2018 telah selesai menjalani masa hukumannya.
Harapan AD setelah bebas, bisa kembali kemasyarakat memulai kehidupan normal serta bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Menurut AD, salah satu upaya mengatasi pemahaman radikalisme di Kabupaten Poso khususnya kepada kelompok eks Napi kasus terorisme, perlu kiranya pemerintah melakukan pengawasan dan koordinasi serta terus membangun silahturahmi antara kelompok eks napi teroris dengan aparat kepolisian serta Pemerintah daerah setempat.

AD juga menghimbau kepada masyarakat khususnya generasi muda di Kabupaten Poso , untuk tidak mudah terpengaruh dan terhasut, baik melalui kajian-kajian keagamaan serta melalui pemberitaan di sosial media (Sosmed) terkait penyebaran paham radikalisme.

“Untuk menangkal isu serta berita-berita hoax, sangat di perlukan pula peran serta pengawasan dari orang tua, khususnya penggunaan Sosmed yang saat ini cenderung memberikan informasi bohong dan sesat,” cetusnya.
Kepada Pemerintah Daerah dan Aparat Keamanan di Sulteng, AD berharap tetap komitmen dan konsiten utamanya dalam memberikan perhatian kepada mantan Napiter dan keluarganya, agar mereka tidak kembali dan bergabung dengan kelompok-kelompok radikal.

“Saya sangat berterima kasih kepada aparat keamanan dan Pemda, yang selama ini telah membantu dan memberikan bimbingan, sehingga pemikiran tentang radikalisme sedikit demi sedikit bisa hilang,”pungkasnya.(lin)

About REDAKSI

Check Also

Komunitas 1 Jiwa Sigi Dukung Kinerja Polri Dalam Mewujudkan Harkamtibmas

SHARE :    Kamis,14 Oktober 2021 Sigi –  Adi kabarani selaku ketua Komunitas 1 Jiwa Kabupaten Sigi  …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *