Sabtu , 16 Oktober 2021
Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Morowali

Fraksi Partai Demokrat Tolak Keras Dua Ranperda Pemda Morowali

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

MOROWALI, Sigipos.com- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali, melaksanakan rapat dengan agenda mendengar tanggapan Pemerintah Daerah (Pemda) Morowali terhadap tiga (3) Rancangan Peraturan Daerah(Ranperda) inisiatif DPRD serta tanggapan Fraksi atas Ranperda usulan Pemda tahun 2021. Rapat dilaksanakan di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Morowali, Senin (12/07/21).

Rapat itu, dihadiri Bupati Morowali yang diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) H. Moh. Jafar Hamid, SH, MM, Wakil Ketua 1, H. Syarifudin Hafid, Wakil Ketua II, Asgar Ali dan sejumlah anggota DPRD Morowali serta pejabat Eselon II dan III lingkup Pemkab Morowali.

Sehubungan dengan Ranperda tentang jarak antara Pasar Modern dengan Pasar Rakyat yang dibacakan Sekda Morowali, Djafar Hamid pada saat rapat paripurna sebelumnya, Fraksi Partai Demokrat menolak keras dua (2) Ranperda tersebut.

1. Perubahan atas Perda Nomor 7 Tahun 2018, tentang perlindungan dan pemberdayaan Pasar Rakyat serta penataan dan pengendalian Pasar Modern.

2. Penyelenggaraan perizinan berusaha berbasis resiko dan non operasional.

Juru bicara Fraksi Demokrat DPRD Morowali menyampaikan pandangan umum sebagai berikut :

1. Sehubungan dengan perubahan pasal 12 yang mengatur tentang jarak antara Pasar Rakyat dan Pasar Modern, dalam hal ini Fraksi PD TIDAK SETUJU dan MENOLAK perubahan pasal tersebut dan masih mengacu pada pasal 12 point a, b, c Perda Kabupaten Morowali nomor 7 tahun 2018 yakni :

a. Pusat perbelanjaan tidak boleh berjarak kurang dari 1.000 meter dengan pasar rakyat.

b. Pusat perbelanjaan tidak boleh berjarak kurang dari 500 meter dengan pusat perbelanjaan lainnya.

c. Toko Modern yang berstatus waralaba dan atau berstatus cabang, tidak boleh berjarak kurang dari 1.500 meter dengan pasar rakyat dan/atau toko Modern lainnya.

2. Dalam pengembangan pasar rakyat, Fraksi Partai Demokrat menyoroti Pemerintah Daerah(Pemda), agar lebih serius dalam melakukan pembinaan dan pendampingan dengan melibatkan dinas terkait. Pembinaan terhadap pasar rakyat untuk lebih mandiri mampu bersaing ditengah arus ekspansi pasar modern, terlebih saat ini masyarakat Morowali berada dalam Kawasan Industri Nasional. Pasar Rakyat yang didominasi Masyarakat Lokal harus terus Berinovasi jika tidak ingin menjadi Tamu dan Penonton di rumah sendiri.

3. Fraksi Partai Demokrat, Menekankan setelah terbitnya Perda tentang perlindungan dan pemberdayaan Pasar Rakyat serta penataan dan pengendalian Pasar Modern ini, dapat memberikan dampak positif untuk kemajuan pasar Rakyat. Aturan mengenai pendirian Pasar Modern harus menyertakan Dampak Sosial Ekonomi dari Pasar Rakyat dan Usaha Kecil yang telah terlebih dahulu berada disekitarnya, sehingga terkesan adanya indikasi permainan antara Kelompok Pengusaha pasar Modern dan Pemerintah Daerah

4. Birokrasi perizinan merupakan salah satu permasalahan yang menjadi kendala bagi pengembangan usaha di Morowali. Kondisi pelayanan perizinan masih dihadapkan pada sistem yg belum efektif dan efisien. Ini terlihat dari banyaknya pengaduan dan keluhan dari masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung mengenai Kinerja dari Aparatur Pejabat yang kurang memuaskan. Prosedur yang berbelit-belit, tingginya biaya pengurusan, banyaknya persyaratanya, sikap petugas yg kurang responsive, sarana yang kurang menunjang sehingga Menimbulkan citra kurang baik terhadap kinerja Pemda.

5. Olehnya itu Fraksi Partai Demokrat sangat mendukung Ranperda Tentang penyelenggaraan perizinan berusaha Berbasis Risiko dan Nonoperasional, guna mengukuhkan tujuan Reformasi, Regulasi dan Debirokratisasi.

Partai Demokrat berharap agar Peraturan Daerah (Perda) Hadir dan membantu masyarakat dalam menggeliatkan perekonomian. (pri)

About REDAKSI

Check Also

Warbin “Mengamuk” Duduki Lapas Parigi Moutong

SHARE :    PARIMO, Sigipos.com- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Olaya, Parigi, Sulawesi Tengah, ricuh. Ratusan Warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *