Senin , 20 September 2021
Danrem 132/Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf

Danrem Himbau Warga Poso Hentikan “Pabrik” Teroris

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

POSO, Sigipos.com- Komandan Komando Resor Militer (Korem) 132/Tadulako, Brigjen TNI, Farid Makruf mengatakan, salah satu dari 3 anggota DPO teroris Poso pimpinan Ali Kalora yang tewas dalam operasi Madago Raya pertengahan Juli lalu adalah Qatar. Tewasnya Qatar akan sangat melemahkan konstelasi kekuatan kelompok itu. Sebab Qatar selama ini lebih dominan menakodai kegiatan kekerasan terhadap warga tak berdosa yang dilakukan oleh kelompok itu di Gunung Biru dan sekitarnya.

“Saya tidak menyebut mereka kelompok Mujahidin Indonesia Timur seperti yang mereka klaim selama ini. Enak saja mereka, yang dikatakan Mujahidin adalah orang yang membela agama dan bukan pembunuh, pencuri serta menakut -nakuti orang seperti yang selama ini mereka lakukan. Mereka itu hanyalah kelompok penjahat dan teroris,” tegas Danrem kepada wartawan, Rabu (11/08/21) malam di mess Kodim 1307/Poso.

Untuk itu Danrem menghimbau agar warga Poso jangan lagi terpengaruh dengan ajakan dan paham mereka serta ikut sebagai pemasok logistik dan menjadi bagian dari intelejen mereka. Sebab hal itu akan merugikan masyarakat sendiri. Bayangkan kelompok ini menakuti warga Poso yang jumlahnya ratusan ribu yang saat ini mereka hanya tinggal 6 orang saja.

“Kelompok teroris itu tidak ada hubungannya dengan peristiwa kerusuhan Poso, sebab mereka saat itu masih berusia muda. Kelompok ini, sekarang tidak memiliki persenjataan yang cukup untuk tetap bertahan. Senjata laras panjang tinggal satu pucuk dan satu laras pendek yang termakan usia, sebab pemeliharaannya kurang baik, serta amunisi yang sangat terbatas dan Qatar teroris yang paling ganas telah tewas. Sehingga masyarakat jangan lagi terpengaruh dengan kelompok itu,” tutur Danrem.

Menurut Danrem, kelompok ini akan membentuk negara Islam Poso atau negara khalifah dan menganggap keberadaan NKRI adalah negara kafir serta mengklaim mereka penghuni sorga.

“Dari hasil pengamatan kami, masyarakat Poso saat ini paling banyak menjadi simpatisan kelompok itu. Ada 17 kampung atau desa yang teridentifikasi potensial menjadi simpatisan kelompok teroris itu,” terangnya.

“Teroris di Poso ada dua yang di atas gunung kelompok Ali Kalora dengan perlawanannya selama ini dan kelompok yang berada di bawah atau warga simpatisan. Kelompok di atas membutuhkan suport dari bawah, seperti logistik dan informasi serta yang lainnya. Jika warga masih terus bekerja sama, hal ini akan lebih runyam. Saya menghimbau agar warga Poso berhenti mendukung kelompok teroris itu untuk kemaslahatan dan kesejahteraan Poso ke depan. Sebab saat ini pabrik teroris masih terus berjalan. Hal ini akan tuntas jika warga atau masyarakat Poso tudak lagi menjadi pendukung kelompok itu,” tambah Brigjen TNI Farid Maktuf. (sp/pp)

About REDAKSI

Check Also

Pemuda Asal Bangkep Hilang Terseret Arus Sungai

SHARE :    BANGGAI, Sigipos.com- Kapolsek Batui, Iptu I Kadek Yoga Widata, SH bersama anggotanya dan warga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *