Sabtu , 16 Oktober 2021

Kakanwil Kemenkumham Sulteng Ambil Alih Pimpinan Lapas Parigi

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

PARIMO, Sigipos.com– Usai para petugas bernegosiasi dengan Warga Binaan (Warbin), akhirnya kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi, Sulawesi Tengah, kembali kondusif.

“Saya menerima laporan dari Kepala Lapas sekitar pukul 16.30 WITA, telah terjadi semacam keributan. Saya pun telah melakukan komunikasi dengan Warbin, pertama mereka dalam keadaan sehat,” ungkap Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM, Sulawesi Tengah, Lilik Sujandi, di Parigi, Kamis (07/10/21).

Dia mengatakan, setelah pihaknya melakukan negosiasi, Warbin telah menyampaikan berbagai keluhan untuk menjadi bahan evaluasinya.

Lilik menegaskan, terhitung mulai hari Kamis, 7 Oktober malam, kepemimpinan diambil alih olehnya untuk pemulihan Lapas dan memastikan kondisi akan aman.

“Warbin telah menyampaikan komitmennya untuk kembali seperti sebelumnya, dalam artian tetap tertib, dan kembali ke kamar. Puing-puing dari keributan itu pun telah dibersihkan,” jelasnya.

Kemudian, dari hasil evaluasi, beberapa petugas yang diduga melakukan tindakan tidak semestinya kepada Warbin, akan diperiksa oleh Penyidik Kepolisian.

Selain itu, petugas itu telah dicabut dari Lapas Kelas III Parigi Moutong dan ditugaskan ke Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah sebagai pegawai, sambil menunggu proses.

“Kami akan melakukan pemeriksaan secara transparan. Siapa pun yang salah akan kami tindak sesuai mekanisme yang semestinya,” tegas Lilik.

Menurut Lilik, selama ia mengambil alih kepemimpinan Lapas Parigi Moutong, akan melakukan perbaikan dan mengoptimalkan pelayanan dalam rangka menjaga Hak Asasi Manusia (HAM).

“Pada kesempatan ini, saya memohon maaf kepada masyarakat. Alhamdulilah kondisi kembali baik, dan akan seterusnya membaik, serta dilakukan evaluasi secara bersama,” tuturnya.

Seperti dilansir radarparimo.com, sebelumnya, akibat diduga beberapa oknum petugas kerap melakukan tindakan penganiayaan, akhirnya menjadi pemicu kekacauan di Lapas Kelas III Parigi Moutong, Kamis (07/10/21).

“Kami sering dipukul. Tiap hari kami dipukul hanya karena masalah-masalah sepele. Kami bukan binatang, kami manusia ingin dibina,” ungkap salah seorang Warga Binaan (Warbin), MR, saat ditemui, Kamis (07/10/21).

Dia mengatakan, kejadian berawal dari tindakan penganiayaan dilakukan oleh petugas Lapas terhadap lima Warbin, yang ketahuan menggunakan handphone.

Namun menurut dia, tindakan itu dianggap bukan hal wajar dilakukan terhadap Warbin, karena bukan hanya penganiayaan, tetapi petugas kerap mengisi mulut mereka dengan sepatu yang digunakannya.

“Ada cara lain memberikan hukuman kepada kami. Bisa juga menyapu, mengepel lantai atau cara lainnya. Jangan masukan sepatu di mulut kami,” tukasnya.

Dia mengaku, tindakan ini telah lama dipendam, dan diluapkan dengan tindakan seperti ini agar mendapatkan keadilan. (sp/rapar.com)

About REDAKSI

Check Also

Resmi Dilantik Bakomstra-da Demokrat Sulteng, Tancap Gas

SHARE :    PALU, Sigipos.com – Resmi dilantik pada jumat kemarin (8/10), Badan Komunikasi Stategis Daerah ( …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *