Jumat , 3 Desember 2021
Saat Polisi memeriksa TKP pembunuhan Nugi. (radar sulteng.id)

Setelah 6 Bulan, Akhirnya Polres Poso Berhasil Ungkap Kasus Pembunuhan Anak Nugi

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

POSO, Sigipos.com- Setelah enam bulan berlalu kasus pembunuhan anak Nugi (3), warga Desa Tolambo, Kecamatan Pamona Tenggara, Sulawesi Tengah yang terjadi akhir April 2021, akhirnya mulai terang benderang setelah Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Poso, Polda Sulteng, Kamis (24/10/21) berhasil mengungkap dan mengamankan tersangka GN dari rumahnya ke Polres Poso.

Kapolres Poso, AKBP. Rentrix Ryaldi Yusuf kepada wartawan membenarkan adanya penangkapan terhadap tersangka yang diduga sebagai pelaku kasus pembunuhan Nugi.

“Iya, kemarin Satreskrim Polres Poso berhasil melakukan ungkap kasus serta menetapkan seorang laki-laki sebagai tersangka dengan insial GN. Ia diduga sebagai pelaku pembunuhan Nugi Rantaola dan langsung dilakukan upaya paksa dengan melakukan penahanan di Polres,” urai Rentrix.

Dia menambahkan, jika penetapan tersangka berdasarkan keyakinan penyidik dari proses lidik dan sidik, dengan alat bukti dan petunjuk yang ada.

“Penyidik yakin, jika yang saat ini kami tahan sebagai tersangka adalah pelaku pembunuhan, proses penetapan tersangka perlu waktu,” jelas Kapolres.

“Proses pengungkapan kasus ini memang memerlukan waktu yang lama dan panjang, sebab sangat sulit dan memang sangat sulit. Sebab di satu sisi dari segi saksi yang ada, kemudian minimnya barang bukti dan permukiman yang tidak terlalu padat, sehingga penyidik sangat berhati hati untuk menetapkan tersangka sebagai pelakunya. Penyidik juga melakukan uji laboratorium forensik baik di Makassar dan Jawa, sehingga perlu waktu,” tambahnya.

Kapolres juga mengatakan, jika saat ini motif pelaku masih dalam pemeriksaan, sejak tersangka ditangkap hari Kamis (14/10/21) di rumahnya di Kecamatan Pamona Tenggara.

“Untuk motif, sudah ada dugaan motif tersangka yang mengarah ke sana, namun hal itu masih terus didalami penyidik dan akan kami sampaikan berikutnya,” sebutnya.

Kapolres Poso itu mengatakan, penyidik menjerat pelaku dengan pasal yang disangkakan pasal 340 dan 388 KUHP serta Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, dengan ancaman penjara minimal 20 tahun kurungan dan maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (ded/pp/sp)

About REDAKSI

Check Also

Kajati Sulteng Tinjau Pekerjaan Gedung Baru, 20 Januari 2022 Siap Diresmikan

SHARE :    PALU,Sigipos.com -Guna memastikan tahapan progres pekerjaan pembangunan gedung baru kantor Kejaksaan Tinggi Sulteng, Jacob …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *