Rabu , 5 Oktober 2022

Sistem Peringatan Dini Didua Kecamatan Diresmikan Wabup Sigi

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

SIGI, Sigipos.com, – Wakil Bupati Sigi Dr. Samuel Yansen Pongi, SE., M. Si. meresmikan Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) Banjir didua Kecamatan yaitu Kecamatan Dolo Selatan, Desa Sambo, Balongga, Poi, Pulu, Walatana, Bangga, dan Kecamatan Kulawi Desa Salua, Namo, Mataue, dan Toro, serta Laporan Pembelajaran Program MRED, dilaksanakan di Desa Pulu Kecamatan Dolo Selatan, Rabu (16/2/2022).

Executive Director Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis dalam sambutannya mengatakan bahwa Mercy Corps Indonesia dalam proses untuk melanjutkan program ini kedepan

” kami masih berdiskusi dengan donor dan mudah-mudahan proposal kami dapat diterima dan kita bisa melanjutkan program ini di Sigi dua atau tiga tahun kedepan ” harapnya.

Menurutnya walaupun program ini masih berlanjut tetapi ada juga beberapa yang telah diserah terimakan termasuk early warning system (sistem peringatan dini) dan Ia berharap hal ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Kabupaten Sigi khususnya di sepuluh desa.

” Mercy Corps Indonesia dukung dan berharap juga semua program mereka bisa mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah dan Pemerintah Desa untuk bisa berlanjut serta diperluas dan yang paling penting perawatannya nya sehingga aset-aset yang telah diserah terimakan ini bisa terus berguna, bermanfaat, dan terus terjaga sehingga bisa memberi dampak positif terhadap masyarakat Sigi terutama Kulawi dan Dolo Selatan untuk bisa meningkatkan ketangguhan terhadap bencana,”harapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sigi dalam sambutanya mengatakan bahwa atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Sigi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tidak terhingga kepada Mercy Corps Indonesia.

Kata Wabup Sistem peringatan dini ini sangat berarti bagi Pemerintah Kabupaten Sigi secara khusus masyarakat. Dengan adanya hal tersebut maka diharapkan dapat mengurangi terjadinya dampak bencana alam bagi masyarakat.

” diharapkan bantuan yang sudah ada dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan dapat dirawat serta dijaga dengan baik agar dapat bermanfaat dan berkelanjutan. sekiranya dapat ada replikasi program atau ekspansi wilayah,”ungkap Wabup

Lebih lanjut Wabup mengatakan bahwa di Pemda Sigi memiliki misi kelima yaitu pembangunan berkelanjutan basisnya mitigasi bencana. Terjemahan dari misi kelima maka Pemkab Sigi mempunyai Sigi hijau dengan program sejuta bambu, dan seribu pohon ( pohon produktif).

Pemkab Sigi juga mempunyai konsep pertahanan berlapis dan ini sudah dilakukan. Beliau juga menyampaikan bahwa di mana-mana ia telah mulai memperkenalkan kolaborasi Pemda Sigi dengan Mercy Corps ini dengan beronjong dari bambu (low cost by engineering/pertahanan berlapis) dengan kearifan lokal.

” saya berharap setahun sekali ada simulasi bencana agar alat peringatan dini ini tetap berfungsi dan agar tetap ada siaga bencana di desa-desa. saya juga mengajak semua masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi,”tutupnya.

Hadir juga pada kesempatan itu, Perwakilan BMKG Mutiara SIS Aljufri Palu, BWS III Sulawesi Tengah, BPDAS Sulawesi Tengah, Perwakilan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala BPBD Kabupaten Sigi, Kadis PMD, Kadis Kominfo, Camat Kulawi, dan para Kades.

About REDAKSI

Check Also

Dua Pejabat Utama Polres Sigi Kasat Reskrim Dan Lantas Berpindah Tugas

SHARE :    Sigi, – Dua Pejabat Utama di Kepolisian Resort (Polres) Sigi dimutasi, Rabu (28/9/2022). Mutasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *