Kamis , 6 Oktober 2022

Menjaga Kamtibmas dan Toleransi Beragama

SHARE :
  •  
  •  
  •  
  •  

Rabu, 24 Agustus 2022

Palu-Undang-undang Nomor 2 tahun 2002 pasal 5 tentang kepolisian mengamanahkan, Polri memelihara keamanan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menegakkan hukum memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.

Inilah menjadi dasar kuat himbauan Kapolri
Jendral Listyo Sigit Prabowo di setiap pesan kepada anggotanya yang diimplementasikan kepada masyarakat. Termasuk terciptanya toleransi umat beragama yang dirasakan masyarakat saat ini.

Hal ini disampaikan Aktivis Masjid, Yusrin L. Banna, saat dimintai tanggapan nya terkait situasi Kamtibmas di Indonesia, khususnya Sulteng. “Saya melihat saat ini Polri sebagai dinamisator telah mampu mendinamisir terwujudnya kerukunan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam kerangka bhineka tunggal ika. Dengan kemampuan Polri menjadi katalisator telah mendorong terwujudnya toleransi. Yang mampu menetralisir adanya perbedaan paham dan pendapat untuk mencegah terjadinya konflik ditengah masyarakat. Termasuk mempercepat proses kerukunan dan toleransi,” bebernya.

Yusrin yang saat ini menjadi Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulteng, mendukung upaya Kapolri dan Kapolda Sulteng yang terus aktif melakukan komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tujuannya untuk membangun silaturahim dan sekaligus memberikan pesan agar ikut serta dalam menjaga Kamtibmas.
“Untuk menjaga toleransi antar umat beragama, pencegahan terhadap bentuk tindakan intoleransi wajib untuk dilakukan agar tidak meluas dan mengoyak persatuan dan kesatuan. Untuk itu, sebagai umat beragama kita harus selalu menjaga kerukunan antar umat beragama dan harus mempunyai sifat toleransi dalam beragama. Jika tidak sesama anak bangsa akan sangat mudah dicerai berai.
Toleransi dan sikap saling menghargai satu sama lain adalah gambaran idaman masyarakat ideal saat ini. Walaupun kadang rasa saling menghargai sering dinodai dengan beda pendapat dan perselisihan. Semua manusia menginginkan yang namanya kedamaian dengan tingkat toleransi yang tinggi satu sama lain,” harapnya.

Yusrin mengajak, mari menghargai satu sama lain. Jika sudah menghargai orang lain, maka akan terbentuk rasa saling memiliki satu sama lain. Sehingga membawa ketenangan dalam hidup. Tercegah gangguan kamtibmas dan dapat menjadi role model yang baik terhadap generasi penerus selanjutnya. ***

About REDAKSI

Check Also

Penyelesaian Perkara Melalui Rumah RJ Yang Diajukan Oleh Kejari Donggala, Jadi Perhatian Kejati Sulteng

SHARE :    PALU,- Kajati Sulteng Agus Salim, SH., MH., didamping Wakajati Sulteng Sunarto, SH., MH., dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *